twitter
rss


BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS PASURUAN
(bimbingan sukses dan konsultasi pendidikan di Pasuruan)
opens some excellent programs for
SD/SMP/SMA/SMK/ALUMNI/MAHASISWA/PEKERJA/PROFESSIONAL/S1/S2/S3/UMUM
Mempunyai Program Pilihan Sukses Untuk :
  1. Program Bahasa Inggris (SPEAKING/WRITING/TOEIC/TOEFL/IELTS/TFL/GMAT)
  1. Program Jenius Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan Kedinasan : STIS/STAN/AKPOL/STPI/IPDN/POLTEKES
  2. Program Khusus Bimbingan Skripsi/Thesis/Tes PNS/Tes kerja/Tes pramugari,Pramugara/Sekolah Keluar Negeri.
  3. Company Training Program/Institute Training Program/Teachers Training Program
  4. Program Kreatif Bimbingan Belajar NASIONAL dan INTERNASIONAL : Untuk jenjang SD/SMP/SMA/SMK/ALUMNI
(1 atau 2 tahun kedepan semua perguruan tinggi/perusahaan / lembaga pemerintah mengharuskan bahasa Inggris)
INFO LUAR BIASA …..
BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS Membuka Program Sukses :
  1. Kelas unggulan, untuk kelas 10,11,12 SMA/SMK/MA.
  • (Target lolos Kedinasan : STAN, STIS, STPI, IPDN, AKPOL, POLTEKES, …. PERGURUAN TINGGI NEGERI atau beasiswa keluar negeri “.)
  • Materi yg diberikan : Conversation, Toefl, Tpa (tes potensi akademik) , Matematika Dasar, Bhs Indonesia, Bhs Inggris plus belajar Al-Qur’an dan kejeniusan otak kanan.
  • Pembelajaran/perkuliahan dilaksanakan hari sabtu/minggu, 2 sampai 3 jam plus pembelajaran jarak jauh. Bln kedua secara bilingual dan bln ketujuh dalam Bhs Inggris.( Waktu belajar dapat di sesuaikan dengan jadwal yang tersedia/ dapat memilih waktu belajar dan tambahan waktu belajar sesuai dengan permintaan sendiri)
  • Biaya mulai 100.000/bulan dan BONUS LES BAHASA INGGRIS
  • ( SEMUA MATERI DAN PELAJARAN TERSEBUT DI ATAS SUDAH TERMASUK  KELAS UNGGULAN.
PROGRAM MENARIK DAN SANGAT DAHSYAT , KAMU HANYA MENDAPATKAN PROGRAM DAHSYAT DENGAN MATERI YANG SUPER DAHSYAT HANYA DI BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS PASURUAN!!!

HARGA SANGAT BERSAHABAT. SO TENTUKAN PILIHAN MU UNTUK SUSKSES SEKARANG J. DAFTARKAN DIRIMU SEGERA, KUOTA TERBATAS!
( Tidak perlu bimbel yg mahal untuk sukses, tidak perlu kursus yg mahal untuk jago Bahasa Inggris. Semua bisa kamu dapatkan hanya di BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS)


KAMU siap ” PINTAR ” seperti mereka ?
persiapkan dirimu sebagai penerus mereka skrg juga …. so, segera daftarkan dirimu untuk mengikuti PROGRAM HEBAT ini dan semua teman-teman mu untuk membuat keputusan dan sejarah hebat dalam hidup ….

GEDUNG BELAJAR BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS :
Depan Lap. Martopuro Belkng Koramil Purwosari Pasuruan

Info Pendaftaran
Contact Person : Bu Yuni
Hubungi :  0823-0126-0206 (TLP/ WA/ SMS)

PENTINGNYA MEMPERSIAPKAN UN SEDINI MUNGKIN!


Sebagian besar murid SMA, SMP, SD tingkat akhir mungkin masih menganggap Ujian Nasional (UN) sebagai momok yang menakutkan. Padahal, kini UN bukan lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan sekolah.

Salah satu yang sepertinya menjadi beban bagi para murid adalah banyaknya materi yang harus mereka pelajari. Tidak hanya materi kelas 12, 9, 6, mereka juga harus kembali me-review berbagai materi dari kelas sebelumnya dalam waktu yang bisa dikatakan cukup singkat.

Itulah mengapa Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan kisi-kisi UN untuk kamu pelajari. Setiap tahun, kisi-kisi tersebut disesuaikan oleh kurikulum yang diterapkan pada sistem pendidikan Indonesia.

UN diadakan sebagai salah satu bentuk evaluasi pembelajaranmu selama bersekolah di SMA, SMP, SD. Maka, tidak mengherankan apabila materi yang termasuk dalam kisi-kisi merupakan campuran dari materi kelas sebelumnya.

Tapi, tidak mungkin, kan, jika kamu harus mempelajari seluruh materi yang telah diberikan selama tiga tahun/enam tahun? Itulah mengapa kisi-kisi hadir. Kisi-kisi akan menyimpan banyak waktumu karena kamu jadi tidak perlu mempelajari semua materi sejak kelas 11, 8 dan 5.

Kisi-kisi tidak hanya berupa jenis materi yang akan muncul dalam soal-soal UN, lho, tetapi juga proporsi soal yang diberikan. Untuk mata pelajaran eksak, misalnya, soal akan terdiri dari 40.

Sedangkan, soal untuk mata pelajaran non eksak berjumlah sedikit lebih banyak, yakni 50. Dari jumlah tersebut, BSNP juga membagi soal dengan bobot yang berbeda, yakni 10% mudah, 70% sedang, dan 20% sulit. Hal ini berbeda dari bobot tahun lalu yang terdiri dari 10% mudah, 80% sedang, dan 10% sulit.

Siapa tahu soal-soal dengan tipe serupa kembali muncul pada UN yang akan kamu ikuti, kan? Jangan lupa untuk mendiskusikan materi yang muncul pada kisi-kisi dengan guru-guru di sekolah atau mentor di bimbingan belajar khususnya di BIMBINGAN BELAJAR AL-MAWADDAH ELYS yang FOKUS UN "SATU-SATUNYA" DI PURWOSARI PASURUAN. Tunggu Apa lagi ! Yuk Ajak Semua Teman Teman Untuk Menjadi Siswa Kami.




Berdasarkan pengamatan terhadap siswa yang sudah menguasai calistung sejak dini dan ditemukan fakta bahwa siswa yang menguasai calistung sejak dini lebih siap dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya dibanding yang belum menguasai calistung. Kesiapan tersebut tampak pada beberapa sikap dan perilaku berikut, di mana anak yang menguasai calistung sejak dini:

1.Lebih mandiri dan Percaya Diri
Anak-anak yang menguasai calistung sudah mampu melaksanakan tugas-tugas kesehariannya sendiri, seperti makan, mandi, tidur, hingga belajar. Mereka memahami tugas-tugasnya sebagai anak sekolah dan tugas-tugas kesehariannya. Bahkan sejak awal masuk sekolah, mereka dengan mudah lepas oleh orang tuanya tanpa harus ditunggui. Sebagian besar anak bahkan sudah mulai mampu mempersiapkan kebutuhan sekolahnya sendiri, yang berkaitan dengan perlengkapan sekolahnya.

2.Kepribadian Lebih Konstruktif
Kemampuan calistung secara signifikan memperlihatkan perkembangan tingkat kedewasaan serta kemampuan anak menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Semakin tinggi kedewasaan anak, semakin mudah pula anak menguasai calistung, dan sebaliknya. Kedewasaan tersebut memungkinkan anak untuk bergaul dengan baik dengan sejawatnya, menghindari konflik, serta menghargai orang lain dan menyayangi yang lebih muda.
Anak-anak yang menguasai calistung pada umumnya lebih mudah diasuh oleh orang tuanya sendiri maupun di sekolah. Kondisi sebaliknya dialami oleh kebanyakan anak yang belum menguasai calistung, di mana anak-anak seperti ini umumnya masih lekat dengan sikap kekanak-kanakan yang terlalu ketergantungan pada orang tua dalam berbagai hal.

3.Mudah mengikuti pembelajaran
Anak yang sudah menguasai calistung sejak dini memiliki fokus perhatian yang baik dan memiliki motiv berprestasi tinggi. Itu sebabnya mereka lebih mudah memahami instruksi baik melalui penjelasan maupun belajar secara mandiri. Kemampuan membaca dan menulis membuat mereka dapat belajar secara mandiri tanpa terlalu banyak instruksi dari orang lain.
Anak yang terlambat menguasai calistung pada umumnya sekaligus menjadi indikator hambatan belajar. Anak-anak seperti ini biasanya mengalami hambatan belajar seperti gangguan emosi, gangguan konsentrasi, hiperaktif, dan sebagainya. Selain hambatan memahami konsep, mereka umumnya kurang memiliki motif berprestasi.

4.Senang bersekolah
Anak yang sudah menguasai calistung sejak dini merasa betah di sekolah dibanding anak-anak yang belum menguasai calistung. Kemampuan calistung membuat anak lebih siap menghadapi kegiatan sekolah. Mereka menyambut hari-hari di sekolah tanpa beban, bahkan memandang sebagai saat-saat yang menyenangkan. Kemampuan calistung membuat anak memandang sekolah dan belajar sebagai bagian penting dalam kehidupannya.
Kondisi berbeda dialami oleh anak-anak yang belum menguasai calistung. Ketidakmampuan calistung membuat anak-anak yang berkarakter introvert, tertutup, penakut  atau pemalu kurang menyukai lingkungan sekolah. Mereka merasa lebih nyaman di rumah dan cenderung menarik diri dari lingkungan di sekolah. Sebaliknya, ketidakmampuan calistung pada anak-anak yang berkarakter kuat, dalam arti pemberani (Bahasa Jawa: Branjangkawat),  aktif dan mudah bergaul, pada umumnya diikutii dengan sikap dan perilaku yang kurang menunjang proses pembelajaran, seperti ngambek, mengganggu, merusak, hingga berkelahi.

5.Curiosity Terarah
Anak yang menguasai calistung sejak dini memiliki keingintahuan tinggi. Mereka berusaha mempelajari berbagai hal yang mereka jumpai, seperti nama atau petunjuk jalan, merek kendaraan, papan iklan dan sebagainya. Mereka suka mempelajari berbagai petunjuk, seperti dosis obat, cara merangkai atau cara kerja suatu alat, dan cenderung banyak bertanya ketika mendapati hal baru.
Kecenderungan ini membuat anak belajar banyak hal secara konstruktif. Keingintahuan relatif tidak mengarah pada usaha mencoba-coba sesuatu yang membahayakan dirinya, orang lain atau yang dapat merusak obyek yang dihadapi.

Perhatian anak yang terlambat menguasai calistung pada umumnya lebih terfokus pada dirinya sendiri. Itu sebabnya mereka lebih memilih fokus pada permainan yang ada di hadapannya.  Mereka lebih asyik dengan dirinya sendiri, permainan dengan tangan atau alat mainan yang ada di tangannya.
Anak yang terlambat menguasai calistung sebenarnya juga memiliki keingintahuan tinggi. Hanya saja, keingintahuan tersebut kurang terarah dan kurang konstruktif. Mereka membutuhkan pengawasan penuh sebab ketika tertarik pada sesuatu kurang memahami petunjuk dan berbagai larangan yang ada di depan matanya.

6.Konsep Diri Kuat
Kekayaan dan kepekaan terhadap informasi membuat anak yang menguasai balitung sejak dini memiliki konsep diri yang lebih kuat. Mereka memiliki kesadaran diri (self awareness) mengenai siapa dirinya dan lingkungannya, serta relatif lebih mampu membedakan baik-buruk, aman-berbahaya, pantas-tidak pantas, serta boleh-dilarang.

Kepribadian anak yang terlambat menguasai calistung cenderung kurang konstruktif. Mereka relatif sulit membedakan yang baik-tidak baik, bahkan bahaya dan tidak bahaya. Mereka umumnya cenderung egois seperti umumnya anak-anak dan sulit menerima penjelasan orang dewasa. Ketika mereka merengek meminta sesuatu sulit untuk diredam sehingga sering merepotkan orang tua.

7.Minat pada Multi Kegiatan
Penguasaan calistung tidak mengurangi minat anak untuk mengikuti berbagai kegiatan. Anak yang menguasai calistung memiliki minat pada bidang yang lebih luas, baik yang akademik maupun non akademik. Tingginya motif berprestasi membuat mereka menyukai kegiatan-kegiatan yang berorientasi prestasi.
Anak yang terlambat menguasai baca-tulis juga memiliki minat yang sama, tetapi minat mereka lebih banyak pada kegiatan yang berorientasi permainan. Minat berprestasi mereka tertuju pada permainan kompetitif dan mudah bosan bila mengikuti kegiatan yang berorientasi seni atau membutuhkan latihan rutin.

8.Kemampuan Bertransaksi
Kemampuan calistung membuat anak lebih matang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Mereka mengetahui nilai uang, kembalian, harga barang, sehingga mampu bertransaksi sendiri dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil. Pemahaman atas nilai uang dan barang membuat mereka relatif mudah memahami keberatan orang tua ketika menginginkan barang-barang yang berharga terlalu mahal bagi orang tuanya.

Sebagaimana masyarakat buta aksaara, anak yang belum menguasai calistung sebenarnya juga mengetahui nilai uang, tetapi relatif kurang memahami nilai barang dan uang kembalian. Mereka hanya dapat melakukan transaksi sederhana, misalnya membeli jajanan dengan harga pas dengan uang pecahan kecil.

Dampak-dampak yang dikhawatirkan terjadi pada anak yang menguasai calistung sejak dini sejauh ini tidak terjadi. Tumbuh kembang yang menguasai calistung anak secara fisik tidak berbeda dari anak yang belum menguasai calistung. Calistung justeru berdampak positif bagi perkembangan mental anak sehingga memudahkan mereka untuk belajar maupun untuk diasuh oleh orang tuanya.

BELAJAR CALISTUNG DI PASURUAN
BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS
Gedung Belajar : Dep. LAP. MARTOPURO Koramil Purwosari


COPAS UNTUK DIJADIKAN ILMU YANG BERMANFAAT :
FROM http://buku.uniekkaswarganti.com/2016/10/6-hari-lancar-cas-cis-cus-bahasa-inggris.html

Belajar Bahasa Inggris itu susah kah?

Ya kalau dibandingkan dengan bocah yang dari lahir dan dibesarkan di negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu tentu saja bakalan terasa jauh lebih susah ya. Jangankan untuk berbahasa Inggris, terkadang untuk bicara dengan Bahasa Indonesia saja masih ada yang suka tercampur-campur dengan bahasa daerah. Ya kosa katanya, ya logatnya :)

Sama-sama sedang berbicara menggunakan Bahasa Indonesia, coba teman-teman bandingkan logat orang Jawa, Sunda, Batak, Madura dan orang-orang dari berbagai daerah yang berbeda sukunya. Tentunya logatnya pun menyesuaikan dengan gaya bahasa sehari-hari.

Nah, rata-rata orang malu untuk bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris karena takut diejek. Beneran ini, saya pun mengalaminya, berasa jleb saat dibilang "English in medok style". Memang logat Jawa dalam tiap kalimat yang saya ucapkan terasa kental sekali. Gimana lagi kan ya, lahir dan besar di Jawa, bahkan sampai beranak pinak pun di Jawa. Jawa tulen gitu :)  Sering sekali saya jadi enggan melanjutkan belajar English conversation gara-gara itu tadi. Malu. 

Rupanya hal inilah yang menjadi perhatian utama Mr. Hani Sutrisno, penulis buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris. Beliau adalah pendiri Desa Bahasa Borobudur, lembaga pembelajaran Bahasa Inggris yang berdiri pada tahun 1998. Desa Bahasa Borobudur ini mengkhususkan sistem pembelajarannya pada penguasaan English conversation.

Dimana sih letak Desa Bahasa Borobudur?

Desa Bahasa Borobudur terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kec. Borobudur, Kab. Magelang. Desa Bahasa ini tidak begitu jauh dari Candi Borobudur yang sangat terkenal di seluruh dunia itu. Cuma 3 kilometer saja. Bagi siapa saja yang mengikuti pembelajaran di Desa Bahasa Borobudur bakalan mendapatkan kesempatan menarik untuk mempraktekkan kemampuan cas-cis-cus Bahasa Inggrisnya di lokasi candi tersebut.

Woooww... harus ngobrol dengan turis asing gitu? Asyik ya tentunya, saya saja pengin banget loh bisa menghadapi tantangan bicara langsung dengan orang asing menggunakan Bahasa Inggris. Selama ini saya belajar Bahasa Inggris secara teori saja dan menggunakannya hanya dalam bahasa tertulis. Saat harus langsung mempraktekkannya saya sering kurang percaya diri, jangan-jangan apa yang saya bicarakan itu salah.


Motivasi yang Kuat untuk Bisa Berbahasa Inggris


Bagi yang sudah belasan tahun belajar Bahasa Inggris di sekolah, apakah saat ini sudah puas dengan kemampuan berbicara in English? Saya sendiri termasuk yang belum puas dengan kemampuan cas-cis-cus dalam Bahasa Inggris. Keinginan untuk bisa berbincang-bincang dalam bahasa asing yang satu ini sangat kuat. Tapi ya itu tadi, sering kurang percaya diri saat harus praktek ngobrol dalam Bahasa Inggris.

Menurut Mr. Hani Sutrisno dalam bukunya yang berjudul 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur, konsep belajar berbahasa itu harus mudah, cepat dan menyenangkan (hal. 2). Di Desa Bahasa Borobudur itu sendiri pola dan konsep pembelajarannya berbeda sekali dengan apa yang selama ini diajarkan di sekolah. Para peserta program belajar diajak bertamasya intelektual untuk merasakan sensasi belajar yang berbeda.

Cara belajar di Desa Bahasa Borobudur bukan hanya dengan hafalan serta analisis semata, tetapi juga lewat lagu, gerakan tubuh, disertai dengan materi sederhana tetapi mudah, cepat dan menyenangkan. Komposisinya lebih ke 90% praktik dan 10% teori, peserta dijamin tidak akan bosan selama pembelajaran berlangsung. Bahkan peserta yang baru belajar Bahasa Inggris atau benar-benar pemula akan bisa mengikuti program hingga nantinya akam memiliki kemampuan komunikasi berbahasa Inggris yang mumpuni.

Wiiyy... mupeng berat kan ya ingin belajar di Desa Bahasa Borobudur ;)




Agar belajar Bahasa Inggris terasa mudah, cepat dan menyenangkan, kita harus memotivasi diri kita sendiri. Pada saat pertama kali belajar hal yang baru, tentu kita ingat betapa butuh dorongan usaha yang lebih untuk memulainya. Begitu pula dengan belajar Bahasa Inggris ini, ada tips & tricks yang dibagikan oleh Mr. Hani Sutrisno di buku ini, di antaranya :

POLA PIKIR (MINDSET).  Mr. Hani selalu mengutamakan berpikir positif dan fokus, karena hal ini akan mempermudah kita untuk berbuat sesuatu dengan cara menyenangkan dan penuh semangat. Pola pikir negatif bisa diubah ke arah positif, misalnya :
tidak bisa --> bisa
sulit -->  mudah
benci  -->  cinta
lama -->  singkat
menyusahkan  -->  menyenangkan

Sepertinya hal yang sepele ya? Tapi saya percaya dengan apa yang ditulis Mr. Hani ini. Kalau bukan diri kita sendiri yang membentuk mindset positif tadi ya siapa lagi coba yang bisa? :)


ASINDO. Apa sih ASINDO itu? Ada satu metode belajar mengucapkan kata-kata yang dikemas secara unik oleh Mr. Hani Sutrisno di Desa Bahasa Borobudur. ASINDO itu Asing tapi Indonesia, jadi kayak orang bule yang bicara Bahasa Indonesia gitu.

Masih ingat dengan Cinta Laura kan? Gaya bertutur seperti Cinta yang bule banget saat mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia itulah yang digunakan Mr. Hani untuk mengasah keberanian para peserta belajar di Desa Bahasa. Kita tentu merasa pengucapan Tukijo and Tukiyem tuku tahu and tempe dengan logat ala Cinta Laura itu terasa lucu. Bahkan mungkin malu untuk mengucapkannya di hadapan banyak orang.

Nah, rasa malu itulah yang coba didobrak oleh Mr. Hani melalui paket-paket pembelajaran yang dilakukan di Desa Bahasa Borobudur. Kalau bicara ASINDO saja sudah tidak malu, tentu cas-cis-cus Bahasa Inggris akan semakin mudah dicapai. Mungkin ini awalnya terasa konyol, namun justru di sinilah pembelajaran akan terasa funny dan kita akan semakin percaya diri saat bercakap-cakap.


BERANI MENCOBA DAN TIDAK TAKUT SALAH.

Mistake is perfect 
Keberanian cas-cis-cus tidak akan datang begitu saja, terlebih lagi untuk mahir berbahasa Inggris secara aktif bagi pemula atau pembelajar yang memulai dari nol (hal. 19). Bayangan tentang bagaimana nanti kalau salah dan malu selalu menghantui pikiran.

Salah itu tidak masalah, yang penting kita ingat dua hal ini : DIMENGERTI dan SOPAN. Selagi kedua hal tersebut masih terjaga, kita bisa terus melaju belajar Bahasa Inggris. Untuk bisa cas-cis-cus tak perlu merasa malu saat kita bercakap-cakap dengan bahasa asing ini tapi menggunakan logat masing-masing. Wajar lah, namanya juga bentukan kebiasaan ya. Asalkan orang yang kita ajak bicara sudah paham saja tak masalah kan?

Selama ini saya juga telah beberapa kali praktik bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris dengan orang-orang dari berbagai macam negara. Ada yang dari Singapura, Australia, dan Jerman. Seringkali saya mengucapkan kata-kata tanpa tenses yang benar, bahkan seringnya kosa katanya pun acak adul. Namun mereka tetap mengerti apa yang ingin saya sampaikan, bahkan menolong saya saat saya mati gaya karena tidak tau vocab apa yang tepat untuk mewakili sesuatu yang ingin saya sampaikan. Mereka paham kok kenapa kita tidak fasih berbahasa Inggris karena di Indonesia kan bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris.

Action may not always bring success,
but there is no success without action

 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur


Di bagian akhir buku ini Mr. Hani Sutrisno membeberkan secara gamblang metode-metode menyenangkan yang beliau gunakan agar para peserta pembelajaran di Desa Bahasa Borobudur dapat segera cas-cis-cus berbahasa Inggris. Detail sekali mulai dari hari pertama hingga hari keenam?

Apa saja itu?

Agar lebih mantap dan lebih detail, lebih baik teman-teman memiliki sendiri buku keren ini ya. Beneran loh enggak rugi memiliki buku ini karena kita bisa terampil cas-cis-cus tanpa pusing lagi mikirin aneka aturan berbahasa Inggris yang baik dan benar a la pelajaran di sekolah dulu :)


Mendapat hadiah lukisan di atas batu andesit gara-gara berani malu :)


Siapa pun yang ikutan belajar cas-cis-cus ini akan mulai dari awal, tentang pronoun atau kata ganti orang.  Pada tanggal 20 Agustus saya ikutan workshop yang diadakan oleh Indonesia Tera, penerbit yang memproduksi buku 6 Hari Cas Cis Cus Bahasa Inggris karya Mr. Hani ini. Bermula dari ikutan workshop itu saya jadi tertarik sekali untuk bisa mengenal lebih jauh apa itu Desa Bahasa dan seberapa asyiknya sih belajar Bahasa Inggris di sana.

Saat workshop di Gramedia Pandanaran Semarang itu saya menang loh dalam English battle yang digagas oleh mentor-mentor Desa Bahasa. Ditantang untuk maju ke depan dan praktek bicara Bahasa Inggris menggunakan pronoun yang sebelumnya telah diajarkan oleh Mr. Hani di awal workshop.

Mau tau seperti apa action Mr. Hani yang menarik itu? Yuk simak video berikut ini :





Nah, gara-gara ikutan workshop ini maka ketika komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang dan Blogger Gandjel Rel merencakan untuk melakukan kunjungan langsung ke Desa Bahasa Borobudur, saya memutuskan untuk ikut. Cuti sehari tak apa-apa lah yaaa....

Suasana desa tersebut memang ayem tentrem, cuacanya pun sejuk sehingga amat mendukung suasana pembelajaran ceria ala casciscus ini. Bila penasaran seperti apa program-program yang ditawarkan di sana, teman-teman bisa klik langsung ke www.desa-bahasa.com dan memilih paket belajar seperti apa yang dimau. Semuanya FUN :)

Beberapa teknik dasar pembelajaran a la Desa Bahasa Borobudur diajarkan kepada kami semua yang saat itu berkunjung ke sana. Sambutan Mr. Hani Sutrisno dan semua tim Desa Bahasa amat hangat dan menyenangkan.



Melihat anak sukses dalam studynya merupakan impian dari setiap orang tua didunia ini tidak terkecuali di Indonesia. Oleh karena itu orang tua sekarang sudah semakin sadar bahwa penting sekali mengikutsertakan ke sebuah bimbingan belajar. Lewat bimbingan belajar seorang anak akan lebih baik daripada murid lainnya yang tidak ikut bimbel, dikarena anak itu lebih mengerti pelajaran daripada anak yang tidak ikut bimbel.

Walaupun bimbingan belajar sangat penting bagi seorang anak, tetapi masih saja ada orang tua yang tidak percaya bahwa bimbingan belajar sangat bermanfaat. Bagi orang tua yang masih ragu akan mengikutsertakan anaknya ke sebuah bimbingan belajar, mungkin penjelasan dibawah ini dapat menguatkan Anda untuk mengikutsertakan anak ke sebuah bimbingan belajar.

1. Bimbel Membuat Anak Lebih Baik di Bidang Pelajaran
Bimbingan belajara akan membantu seorang anak lebih mengerti pelajaran sekolah daripada murid lainnya. Darisana seorang anak akan diajarkan dan diberi penjelasan secara lebih khusus daripada disekolah. Dan dari sanalah juga seorang anak akan lebih fokus belajar dan mengerti pelajaran daripada hanya mengandalkan sekolah saja. Lewat bimbel juga akan membuat seorang anak untuk belajar secara rutin dan disiplin. Seperti kita ketahui, anak anak di rumah terkadang malas belajar. Dengan bimbel mewajibkan anak anak belajar teratur, sehingga jadwal belajar anak anak menjadi teratur.


2. Anak Mendapatkan Waktu Yang Positif Dari Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar tidak hanya membuat seorang anak lebih pintar saja, tetapi bimbel juga dapat memberikan waktu yang positif untuk anak itu sendiri. Anak akan terhindar dari pergaulan yang salah karena lewat bimbel seseorang akan menghabiskan waktunya dengan kegiatan positif.

3. Bimbingan Belajar Membuat Anak Lebih Aktif

Rasa percaya diri seorang anak akan dengan sendirinya tumbuh ketika mengikuti bimbel. Lewat bimbel anak akan lebih mudah bertanya kepada pengajar daripada disekolah. Dari sanalah seorang anak akan lebih aktif dan membuat anak itu sendiri menumbuhkan minat untuk berkompetisi menjadi yang terbaik.

4. Bimbel Memberikan Pergaulan Yang Positif
Dengan mengikut sertakan anak kesebuah bimbingan belajar, maka anak tersebut akan mendapatkan pergaulan yang positif tentunya. Hal ini juga akan membuat setiap orang tua tidak khawatir akan pergaulan anak nantinya, karena semua anak yang mengikuti bimbingan belajar merupakan seseorang yang dapat membuat anak kita lebih baik lagi. Selain mendapatkan teman yang baik untuk anak kita, bimbel juga kemungkinan besar akan berguna bagi anak kita dalam membuka jaringan / network untuk pekerjaan atau bisnisnya di kemudian hari.


YUK KONSULTASI SEKARANG
WA1. 0823 0126 0206 (BU YUNI)
WA2.0896 5119 1835 (BU MEUTIA)

KANTOR : DEP. LAP. MARTOPURO BLKNG KORAMIL PURWOSARI PASURUAN

Untuk menuju sukses di masa depan, para pelajar berlomba-lomba belajar untuk mendapatkan nilai yang baik di sekolah. Sesuai dengan pepatah “Belajar Merupakan Kunci Keberhasilan”. Belajar adalah memahami, merasakan, mengetahui, mencari, menjelaskan, sehingga dengan belajar orang akan mengetahui segala yang belum diketahui.

Belajar pada umumnya dilakukan pada saat jam pelajaran sekolah. Namun, untuk mendapatkan cara belajar yang efektif, belajar dibutuhkan waktu yang banyak. Tidak di jam sekolah saja, belajar wajib dilakukan saat dirumah. Belajar yang sukses tergantung dengan cara belajar masing-masing orang, setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Namun, sebagian orang memiliki cara kerja otak yang sama, sehingga cara belajarnyapun sama. Berikut beberapa tips cara belajar yang baik.
  1. Niatkan dalam diri, berikan motovasi belajar terlebih dahulu. Yakin dan berikan semangat dalam hati. Bahwa, dengan belajar kita dapat mendapatkan nilai yang baik di sekolah.
  2. Mulai belajar dengan membaca terlebih dahulu. Setelah membaca, buat resume dari buku yang Anda baca. Membaca sambil menulis meningkatkan kinerja ingatan pada otak Anda.
  3. Jika ada yang tidak dimengerti, jangan malu untuk bertnya. Dan jangan malu untuk menjawab pertanyaan dari orang lain. Belajar dari pertanyaan orang lain menambah pengetahuan Anda.
  4. Hindari dari perbuatan mencontek. Kerjakan ujian dengan jawaban sendiri. Dengan begitu, Anda akan tahu, sisi mana yang belum diketahui, dan sisi mana yang harus dipelajari.
  5. Belajar yang terlalu serius juga tidak baik untuk otak, beri jenjang waktu belajar dan refreshing. Bisa juga dilakukan dengan belajar kelompok, belajar kelompok menjadi alternative belajar yang efisien. Jika tidak ada yang dimengerti, Anda bisa bertanya langsung kepada teman belajar kelompok Anda.
  6. Buat perencanaan waktu belajar yang baik. Misalnya, jika Anda bersekolah dari jam 7 sampai dengan jam 2 siang, berikan waktu 2 jam pada jam 7 malam sampai dengan jam 9 untuk mengulang pelajaran di sekolah.
  7. Belajarlah dengan tekun, berlatih terus dengan berbagai soal pelajaran di sekolah.
Ke 7 tips diatas tidak akan berarti jika Anda sendiri tidak memiliki motivasi untuk belajar, tingkatkan motivasi belajar Anda, lalu ikuti tips belajar efektif diatas, Barengi belajar dengan doa yang tulus kepada Tuhan, agar diberikan hasil yang maksimal, semoga sukses.


Saat ini pendidikan merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan dan memperluas pengetahuan setiap orang. Untuk setiap individu diharapkan memperkaya ilmu pengetahuan dan memperdalam ilmu yang diperoleh sejak dini agar kelak bisa menjadi bekal hidup mereka. Karena sangat pentingnya pendidikan maka tidak jarang banyak sekali lembaga bimbingan belajar, ekstra kurikuler, les privat, khursus, pelatihan, dan sebagainya diadakan dan didirikan. Hal itu ditujukan agar mereka yang saat ini belajar baik itu di sekolah, universitas, maupun tempat kerja bisa lebih berkembang, meningkatkan keterampilan, kecerdasan, serta prestasi, dan pastinya dapat bersaing dalam persaingan global saat ini. Banyak sekali manfaat dan keuntungan yang bisa didapat bagi mereka yang ingin berkembang pesat dengan mengikuti pendidikan selain di sekolah misalnya bimbel seperti di bawah ini.

Mendorong Semangat Belajar

Pernahkah anda merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah? Atau mungkin anda merasa hampir putus asa dalam mencerna pelajaran yang sulit anda terima? Jangan sampai dengan adanya kesulitan yang anda hadapi membuat anda malas dan enggan untuk menyenangi pelajaran yang anda anggap sulit. Dengan mengikuti bimbingan belajar maka akan mempermudah anda dalam mengerti setiap pelajaran yang anda anggap sulit dan menjadi solusi ketika anda kurang paham sama sekali terhadap pelajaran tersebut. Belajar di bimbellebih mengasyikkan dan nyaman karena anda tidak lagi merasa tegang dalam menyimak pelajaran, kebingungan, dan sebagainya. Disini anda akan terbantu dengan adanya pengarahan yang jelas, santai, menyenangkan serta para TEACHER  akan dengan sabar dan senang hati membantu kesulitan anda dengan pelajaran di sekolah. Diharapkan dengan mengikuti bimbel ini anda akan lebih terbantu dalam belajar dan termotivasi dengan cara belajar yang berbeda dan lebih mudah dipahami.

Siap Lebih Dini
Jangan salah kalaupun saat ini nilai anda masih kurang dan anda ingin bersaing dengan teman yang nilainya lebih tinggi dari anda maka anda bisa meminta bantuan para TEACHER di bimbel tersebut dan mintalah pengarahan. Para TEACHER  biasanya akan memberikan pengarahan khusus yang memudahkan anda dalam belajar dan adanya trik belajar yang membantu anda lebih maju dalam mengerti setiap pelajaran dan menjawab pertanyaan yang sulit. Sistem yang digunakan tentor dalam mengajar biasanya membuat anda selangkah lebih maju dan lebih siap sejak dini, misal saat di sekolah anda baru menginjak pelajaran bab 1 maka si TEACHER akan memberikan rumus cepat agar anda lebih cepat paham dan menjadi terdepan dalam hal penguasaan sehingga anda bisa langsung menginjak bab selanjutnya disaat teman-teman sekelas masih mempelajari bab sebelumnya. Tentunya akan sangat membanggakan apabila anda bisa lebih terlihat smart di kelas dan lebih menguasai pelajaran yang bahkan baru akan dipelajari.


Persiapan yang Matang
Khususnya bagi anda yang sedang duduk di bangku SMA kelas 12, SMP Kelas 9 dan SD Kelas 6, maka akan sangat bermanfaat apabila anda mengikuti bimbingan belajar karena selain membantu pelajaran akan membuat anda mempunyai kesiapan yang matang. Mengkuti program bimbel setelah lulus untuk mempersiapkan tes masuk perguruan tinggi juga dibutuhkan agar dalam mengerjakan soal sbmptn bisa mudah lolos tes sbmptn perguruan tinggi negeri tersebut. Bagi anda yang berminat untuk lolos seleksi masuk perguruan tinggi maka anda bisa mengikuti program EASY UN BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS dimana anda akan belajar untuk menghadapi tes tersebut dengan cara yang berbeda dan menyenangkan.





Melihat anak sukses dalam studynya merupakan impian dari setiap orang tua didunia ini tidak terkecuali di Indonesia. Oleh karena itu orang tua sekarang sudah semakin sadar bahwa penting sekali mengikutsertakan ke sebuah bimbingan belajar. Lewat bimbingan belajar seorang anak akan lebih baik daripada murid lainnya yang tidak ikut bimbel, dikarena anak itu lebih mengerti pelajaran daripada anak yang tidak ikut bimbel.

Walaupun bimbingan belajar sangat penting bagi seorang anak, tetapi masih saja ada orang tua yang tidak percaya bahwa bimbingan belajar sangat bermanfaat. Bagi orang tua yang masih ragu akan mengikutsertakan anaknya ke sebuah bimbingan belajar, mungkin penjelasan dibawah ini dapat menguatkan Anda untuk mengikutsertakan anak ke sebuah BIMBEL


1. Bimbel Membuat Anak Lebih Baik di Bidang Pelajaran
Bimbingan belajaran akan membantu seorang anak lebih mengerti pelajaran sekolah daripada murid lainnya. Darisana seorang anak akan diajarkan dan diberi penjelasan secara lebih khusus daripada disekolah. Dan dari sanalah juga seorang anak akan lebih fokus belajar dan mengerti pelajaran daripada hanya mengandalkan sekolah saja. Lewat bimbel juga akan membuat seorang anak untuk belajar secara rutin dan disiplin. Seperti kita ketahui, anak anak di rumah terkadang malas belajar. Dengan bimbel mewajibkan anak anak belajar teratur, sehingga jadwal belajar anak anak menjadi teratur.

2. Anak Mendapatkan Waktu Yang Positif Dari Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar tidak hanya membuat seorang anak lebih pintar saja, tetapi bimbel juga dapat memberikan waktu yang positif untuk anak itu sendiri. Anak akan terhindar dari pergaulan yang salah karena lewat bimbel seseorang akan menghabiskan waktunya dengan kegiatan positif.

3. Bimbingan Belajar Membuat Anak Lebih Aktif
Rasa percaya diri seorang anak akan dengan sendirinya tumbuh ketika mengikuti bimbel. Lewat bimbel anak akan lebih mudah bertanya kepada pengajar daripada disekolah. Dari sanalah seorang anak akan lebih aktif dan membuat anak itu sendiri menumbuhkan minat untuk berkompetisi menjadi yang terbaik.

4. Bimbel Memberikan Pergaulan Yang Positif
Dengan mengikut sertakan anak kesebuah bimbingan belajar, maka anak tersebut akan mendapatkan pergaulan yang positif tentunya. Hal ini juga akan membuat setiap orang tua tidak khawatir akan pergaulan anak nantinya, karena semua anak yang mengikuti bimbingan belajar merupakan seseorang yang dapat membuat anak kita lebih baik lagi. Selain mendapatkan teman yang baik untuk anak kita, bimbel juga kemungkinan besar akan berguna bagi anak kita dalam membuka jaringan / network untuk pekerjaan atau bisnisnya di kemudian hari.

Beberapa hari lalu saya sempat berdiskusi dengan teman sekos saya, mulanya beliau bercerita tentang adik laki-lakinya yang malas untuk belajar padahal sebentar lagi dia akan menghadapi ujian akhir kelulusan SD. Sebuat saja namanya “Ardi”, Ardi ini termasuk anak yang belum bisa belajar dengan baik atau masih malas-malasan, kalaupun dia belajar itu hanya untuk menghindari omelan kakak dan ibunyan yang selalu menyuruhnya untuk belajar, dan bisa ditebak selama dia di ruang belajar yang dilakukan pun hanya pura-pura belajar atau belajar asal-asalan, sekolah pun hanya sekedar sebagai rutinitas seharian yang hanya berlalu begitu saja, sekedar menuruti perintah orang tua.

Apa yang terjadi pada Ardi sebenarnya juga banyak dialami anak-anak usia sekolah di masyarakat kita. Tak terhitung lagi berapa banyak orang tua yang mengeluh dan kecewa dengan nilai anaknya yang jeblok (jelek) karena anaknya malas belajar, dan sebaliknya tidak jarang juga kita menemukan anak yang ngambek atau menagis gara-gara selalu disuruh belajar. Ada orang tau yang memarahi anaknya, mengancam si anak untuk tidak akan membelikan ini dan itu kalau si anak tidak belajar, membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain, atau bahkan ada orang tua yang mengunakan cara kekerasan (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). Jelas semua ini akan sangat berpengaruh pada fisik maupun psikis siswa.
Lalu sebenarnya bagaimanakah cara untuk mengatasi anak yang malas belajar? Masih perlukan kita dengarkan keluhan-keluahn orang tua tentang anaknya yang malas belajar? Haruskah anak itu ngambek atau menagis gara-gara dimarahin orang tuanya dan disuruh-suruh untuk belajar?
Untuk mengatasi permasalahan tersebut ada baiknya kalau terlebih dahulu kita mencari penyebab dari prikalu malas belajar, kemudian baru mencari solusi guna mengatasinya. Betul Bu/Pak....? :D

Malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari melemahnya kondisi mental, intelektual, fisik, dan psikis anak. Malas belajar timbul dari beberapa faktor, untuk lebih mudahnya terbagi menjadi dua faktor besar, yaitu: 1) faktor intrinsik ( dari dalam diri anak), dan 2) Faktor ekstrinsik (faktor dari luar anak).

1. Dari Dalam Diri Anak (Intrinsik)
Rasa malas untuk belajar yang timbul dari dalam diri anak dapat disebabkan karena kurang atau tidak adanya motivasi diri. Motivasi ini kemungkinan belum tumbuh dikarenakan anak belum mengetahui manfaat dari belajar atau belum ada sesuatu yang ingin dicapainya. Selain itu kelelahan dalam beraktivitas dapat berakibat menurunnya kekuatan fisik dan melemahnya kondisi psikis. Sebagai contoh, terlalu lama bermain, terlalu banyak mengikuti les ini dan les itu, terlalu banyak mengikuti ekstrakulikuler ini dan itu, atau membantu pekerjaan orangtua di rumah, merupakan faktor penyebab menurunnya kekuatan fisik pada anak. Contoh lainnya, terlalu lama menangis, marah-marah (ngambek) juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak.

2. Dari Luar Anak (Ekstrinsik)
Faktor dari luar anak yang tidak kalah besar pengaruhnya terhadap kondisi anak untuk menjadi malas belajar. Hal ini terjadi karena:

a. Sikap Orang Tua
Sikap orang tua yang tidak memberikan perhatian dalam belajar atau sebaliknya terlalu berlebihan perhatiannya, bisa menyebabkan anak malas belajar. Tidak cukup di situ, banyak orang tua di masyarakat kita yang menuntut anak untuk belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan mengajarkan kepada anak akan kesadaran dan tanggung jawab anak untuk belajar selaku pelajar. Akibat dari tuntutan tersebut tidak sedikit anak yang stress dan sering marah-marah (ngambek) sehingga nilai yang berhasil ia peroleh kurang memuaskan. Parahnya lagi, tidak jarang orang tua yang marah-marah dan mencela anaknya bilamana anak mendapat nilai yang kuang memuaskan. Menurut para pakar psikologi, sebenarnya anak usia Sekolah Dasar janga terlalu diorentasikan pada nilai (hasil belajar), tetapi bagaimana membiasakan diri untuk belajar, berlatih tanggung jawab, dan berlatih dalam suatu aturan.

b. Sikap Guru
Guru selaku tokoh teladan atau figur yang sering berinteraksi dengan anak dan dibanggakan oleh mereka, tapi tidak jarang sikap guru di sekolah juga menjadi objek keluhan siswanya. Ada banyak macam penyebabnya, mulai dari ketidaksiapan guru dalam mengajar, tidak menguasai bidang pelajaran yang akan diajarkan, atau karena terlalu banyak memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah. Selain itu, sikap sering terlambat masuk kelas di saat mengajar, bercanda dengan siswa-siswa tertentu saja atau membawa masalah rumah tangga ke sekolah, membuat suasana belajar semakin tidak nyaman, tegang dan menakutkan bagi siswa tertentu.

c. Sikap Teman
Ketikan seorang anak berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah, tentunya secara langsung anak bisa memperhatikan satu sama lainnya, sikap, perlengkapan sekolah, pakaian dan asesoris-asesoris lainnya. Tapi sayangnya tidak semua teman di sekolah memiliki sikap atau perilaku yang baik dengan teman-teman lainnya. Seorang teman yang berlebihan dalam perlengkapan busana sekolah atau perlengkapan belajar, seperti sepatu yang bermerk yang tidak terjangkau oleh teman-teman lainnya, termasuk tas sekolah dan alat tulis atau sepeda dan mainan lainnya, secara tidak langsung dapat membuat iri teman-teman yang kurang mampu. Pada akhirnya ada anak yang menuntut kepada orang tuanya untuk minta dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Bilamana tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai upaya untuk dikabulkan permohonannya.

d. Suasana Belajar di Rumah
Bukan suatu jaminan rumah mewah dan megah membuat anak menjadi rajin belajar, tidak pula rumah yang sangat sederhana menjadi faktor mutlak anak malas belajar. Rumah yang tidak dapat menciptakan suasana belajar yang baik adalah rumah yang selalu penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas-fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations. Kondisi seperti ini berpotensi besar untuk tidak terciptanya suasana belajar yang baik.

e. Sarana Belajar
Sarana belajar merupakan media mutlak yang dapat mendukung minat belajar, kekurangan ataupun ketiadaan sarana untuk belajar secara langsung telah menciptakan kondisi anak untuk malas belajar. Kendala belajar biasanya muncul karena tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku-buku penunjang (pustaka mini), dan penerangan yang bagus. Selain itu, tidak tersediannya buku-buku pelajaran, buku tulis, dan alat-alat tulis lainnya, merupakan bagian lain yang cenderung menjadi hambatan otomatis anak akan kehilangan minat belajar yang optimal.

Enam langkan untuk mengatasi mals belajar pada anak dan membantu orangtua dalam membimbing dan mendampingi anak yang bermasalah dalam belajar antara lain:

1. Mencari Informasi
Orangtua sebaiknya bertanya langsung kepada anak guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya. Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

2. Membuat Kesepakatan bersama antara orang tua dan anak.
Kesepakatan dibuat untuk menciptakan keadaan dan tanggung jawab serta memotivasi anak dalam belajar bukan memaksakan kehendak orang tua. Kesepakatan dibuat mulai dari bangun tidur hingga waktu hendak tidur, baik dalam hal rutinitas jam belajar, lama waktu belajar, jam belajar bilamana ada PR atau tidak, jam belajar di waktu libur sekolah, bagaimana bila hasil belajar baik atau buruk, hadiah atau sanksi apa yang harus diterima dan sebagainya. Kalaupun ada sanksi yang harus dibuat atau disepakati, biarlah anak yang menentukannya sebagai bukti tanggungjawabnya terhadap sesuatu yang akan disepakati bersama.

3. Menciptakan Disiplin.
Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menciptakan kedisiplinan kepada anak jika tidak dimulai dari orang tua. Orang tua yang sudah terbiasa menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. Orang tua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Latihan kedisiplinan bisa dimulai dari menyiapkan peralatan belajar, buku-buku pelajaran, mengingatkan tugas-tugas sekolah, menanyakan bahan pelajaran yang telah dipelajari, ataupun menanyakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam suatu pelajaran tertentu, terlepas dari ada atau tidaknya tugas sekolah.

4. Menegakkan Kedisiplinan.
Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). Untuk mengalihkannya gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak. Bila dapat melakukan aktivitas bersama di dalam satu ruangan saat anak belajar, orang tua dapat sambil membaca koran, majalah, atau aktivitas lain yang tidak mengganggu anak dalam ruang tersebut. Dengan demikian menegakkan disiplin pada anak tidak selalu dengan suruhan atau bentakan sementara orang tua melaksanakan aktifitas lain seperti menonton televisi atau sibuk di dapur.

5. Ketegasan Sikap
Ketegasan sikap dilakukan dengan cara orang tua tidak lagi memberikan toleransi kepada anak atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya secara berulang-ulang. Ketegasan sikap ini dikenakan saat anak mulai benar-benar menolak dan membantah dengan alasan yang dibuat-buat. Bahkan dengan sengaja anak berlaku ’tidak jujur’ melakukan aktivitas-aktivitas lain secara sengaja sampai melewati jam belajar. Ketegasan sikap yang diperlukan adalah dengan memberikan sanksi yang telah disepakati dan siap menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya.

6. Menciptakan Suasana Belajar
Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman merupakan tanggung jawab orangtua. Setidaknya orang tua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.

Ternyata malas belajar yang dialami oleh anak banyak disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu sebelum anak terlanjur mendapat nilai yang tidak memuaskan dan membuat malu orangtua, hendaknya orang tua segera menyelidiki dan memperhatikan minat belajar anak. Selain itu, menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang. Jika enam langkah ini dapat diterapkan pada anak, maka sudah seharusnya tidak adalagi keluhan dari orang tua tentang anaknya yang malas belajar atau anak yang ngambek karena selalu dimarahi orang tuanya.

Sumber Bacaan
www.keluargabahagia.com
http://id.answers.yahoo.com/

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tau aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi ngga canggung makan di warteg kaki lima.
Mereka sanggup beli barang barang mewah.
Tapi tau mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai aja saat harus naik angkot kemana mana.
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka ngga norak pas ketemu orang kaya.
Tapi juga ngga merendahkan orang yg lebih miskin darinya.
Mereka mampu beli barang barang bergengsi.
Tapi sadar kalo yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi ngga teriak kemana mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain respect dengan dirinya.
Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama. Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit pas pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang ngga punya sopan santun, ngga nyapa orang orang yg ada di rumah itu), balikin pinjeman uang sekecil apapun, berani minta maaf pas ada kesalahan & tau terima kasih kalo dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang ngga punya attitude itu enekkin buanget.
Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan. Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang.
CP Line @allaboutyourlife




Menjadi pelajar Berakhlak dan Berprestasi di Zaman digital memang tidak mudah, Pelajar juga harus mampu memanfaatkan era digital ini dengan sebaik-baiknya, sebagai sebuah proses untuk meningkatkan kemampuan cara berpikir  dan bertindak.

Hal yang paling mendasar harus dimilki oleh seorang pelajar adalah Penguatan Aqidah, Mengikuti Komunitas atau Kegitan Organisasi yang postif, Memiliki Kesungguhan dan Ke-Istiqomahan dalam belajar, Memiliki Visi kedepan dan Mampu memanfaatkan media sosial sebagai peningkatan kualitas diri.




Daftar Segera Sebelum Kaos BIMBELnya Habis !!!

Bimbel dari Kota Pendidikan di Malang

Promo Opening
1. Murid Rangking 1-10
2. Anak Guru/Ustadz
3. Penghapal Al Qur'an
4. Anak Yatim

Ayo Ayo Ayo Mumpung Promo !

Bimbel Al-Mawaddah Elys TA 2018/2019 Daftarnya Inden April Aja Yuk !

Kalau kamu ditanya, "Perlu nggak, sih, anak sekolahan ikutan bimbingan belajar?" Kamu pasti (dan akan selalu) jawab: terga...