twitter
rss



Kalau kamu ditanya, "Perlu nggak, sih, anak sekolahan ikutan bimbingan belajar?" Kamu pasti (dan akan selalu) jawab: tergantung.
Iya, tergantung. Kalau dibilang nggak perlu, ada juga kasus-kasus tertentu dimana peran bimbel  sangat menentukan masa depan kamu. Tapi kalau dibilang perlu, bimbel nggak selalu bisa menjadi solusi belajar kamu yang paling tokcer.
Apalagi biaya bimbel, tuh, nggak tergolong murah. Ikut bimbel setahun bisa lebih mahal dari SPP sekolah kamu tiga tahun, lho. Pait di kantong, makkk! (Kecuali Lesnya di Bimbel Al-Mawaddah Elys ya...apalagi kalau daftarnya INDEN...Aduh...MURAAAHHHHHH KEBANGETAN) Cuma 1Jt/1 tahun...Masuk Belajarnya 4x/Minggu Lho  !!! KOntinu Banget dan yang pasti Kalau kalian les tiap hari kayak gini mana mungkin khan kalau gak Pinter ???
Makanya, menurut Bimbel Al-Mawaddah Elys, sebenernya kamu itu nggak perlu ikutan bimbel, kecuali...
1. Kamu nggak bisa belajar tanpa didampingi orang yang lebih mengerti
Youthmanual
Kalau kamu terbiasa belajar otodidak dan memang lebih fokus jika belajar sendiri, good for you. Kamu nggak perlu susah-susah mencari tutor untuk menjelaskan ulang materi pelajaran untuk kamu. Dengan kata lain, kamu nggak butuh bimbel!
Tapi kalau kamu justru nggak bisa belajar sendiri, ikut bimbel bisa menjadi pilihan yang tepat. Di tempat bimbel, ada banyak tenaga pengajar yang bisa kamu “ganggu” untuk membantu segala  gundah gulana kamu dalam belajar. Mereka juga tentunya akan memberikan metode, tips dan trik super saik agar kamu  dapat menyerap materi pelajaran dengan lebih baik.
2. Kamu merasa beberapa mata pelajaran yang didapatkan di sekolah kurang memuaskan
Youthmanual
Ada kalanya kamu merasa nggak puas dengan sebuah mata pelajaran di sekolah. Entah karena gurunya sering absen, materi yang disajikan kurang lengkap, materinya memang susah, atau karena kamu nggak sreg dengan metode ajar guru kamu.
Daripada keteteran, cus ke bimbel aja!
Mungkin kamu merasa aneh kalau ikutan bimbel hanya untuk menguasai 1-2 mata pelajaran. Dan kalau mau les privat pun, biayanya bisa lebih mahal sekian kali lipat! Tetapi kalau kamu merasa mata pelajaran tersebut memang sangat penting untuk masa depan kamu, kenapa nggak?
Dulu temen saya ada yang ikutan bimbel dari kelas 1 SMA, hanya untuk fokus belajar Fisika dan Matematika. Hasilnya, dia tembus seleksi perguruan tinggi di salah jurusan teknik universitas ternama!
3. Kamu butuh belajar secara intensif
Youthmanual
"Belajar intensif" bisa berarti berbeda-beda bagi setiap pelajar. Ada siswa yang butuh belajar intensif setiap musim ulangan, ada yang hanya butuh belajar intensif di tahun terakhir sekolah.
Sekali lagi, ini balik lagi ke gaya belajar kamu, ya. Kalau di kondisi-kondisi tersebut kamu masih bisa belajar sendiri, ya kamu nggak usah ikutan bimbel. Ikut bimbel nggak menjamin kelulusan, kok!
Tetapi kalau kamu ingin ikutan SBMPTN lintas jurusan, nah, kamu harus banget belajar intenstif, dan sebaiknya memang ikut bimbel. Belajar intensif di bimbel bakal membantu banget, lho!
Out of topic sedikit, ya. Walaupun kamu cuma punya waktu belajar dua bulan menjelang SBMPTN, bukannya nggak mungkin, kok, kamu mengejar peluang SBMPTN lintas jurusan. Jangan minder bakal kalah sama mereka yang udah belajar dua tahun sebelumnya, gaes, karena untuk sukses SBMPTN lintas jurusan, kamu NGGAK perlu menghafal SEMUA materi, kok.
Yang pasti, bimbel akan mendorong kamu latihan mengerjakan segudang soal, dan membantu kamu berdiskusi lebih dalam tentang materi apapun yang belum kamu pahami. Jadi kamu nggak perlu kelimpungan ketika harus belajar dari nol. Belajarnya lebih efektif, deh!
***
Terakhir, jangan sekali-sekali ikutan bimbel cuma karena ikut-ikutan teman, ya. Ingat, gaya belajar kamu nggak selalu sama dengan orang lain! Lebih baik kamu cari tahu lebih jauh gaya belajar seperti apa yang cocok sebelum memutuskan apakah ikutan bimbel adalah pilihan terbaik untukmu.

So, Ayo Daftar di Bimbel Al-Mawaddah Elys Yuk !!!
Alamat nya di Lap. Martopuro Koramil Purwosari
WA. 0896 5119 1835



BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS PASURUAN
(bimbingan sukses dan konsultasi pendidikan di Pasuruan)
opens some excellent programs for
SD/SMP/SMA/SMK/ALUMNI/MAHASISWA/PEKERJA/PROFESSIONAL/S1/S2/S3/UMUM
Mempunyai Program Pilihan Sukses Untuk :
  1. Program Bahasa Inggris (SPEAKING/WRITING/TOEIC/TOEFL/IELTS/TFL/GMAT)
  1. Program Jenius Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan Kedinasan : STIS/STAN/AKPOL/STPI/IPDN/POLTEKES
  2. Program Khusus Bimbingan Skripsi/Thesis/Tes PNS/Tes kerja/Tes pramugari,Pramugara/Sekolah Keluar Negeri.
  3. Company Training Program/Institute Training Program/Teachers Training Program
  4. Program Kreatif Bimbingan Belajar NASIONAL dan INTERNASIONAL : Untuk jenjang SD/SMP/SMA/SMK/ALUMNI
(1 atau 2 tahun kedepan semua perguruan tinggi/perusahaan / lembaga pemerintah mengharuskan bahasa Inggris)
INFO LUAR BIASA …..
BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS Membuka Program Sukses :
  1. Kelas unggulan, untuk kelas 10,11,12 SMA/SMK/MA.
  • (Target lolos Kedinasan : STAN, STIS, STPI, IPDN, AKPOL, POLTEKES, …. PERGURUAN TINGGI NEGERI atau beasiswa keluar negeri “.)
  • Materi yg diberikan : Conversation, Toefl, Tpa (tes potensi akademik) , Matematika Dasar, Bhs Indonesia, Bhs Inggris plus belajar Al-Qur’an dan kejeniusan otak kanan.
  • Pembelajaran/perkuliahan dilaksanakan hari sabtu/minggu, 2 sampai 3 jam plus pembelajaran jarak jauh. Bln kedua secara bilingual dan bln ketujuh dalam Bhs Inggris.( Waktu belajar dapat di sesuaikan dengan jadwal yang tersedia/ dapat memilih waktu belajar dan tambahan waktu belajar sesuai dengan permintaan sendiri)
  • Biaya mulai 100.000/bulan dan BONUS LES BAHASA INGGRIS
  • ( SEMUA MATERI DAN PELAJARAN TERSEBUT DI ATAS SUDAH TERMASUK  KELAS UNGGULAN.
PROGRAM MENARIK DAN SANGAT DAHSYAT , KAMU HANYA MENDAPATKAN PROGRAM DAHSYAT DENGAN MATERI YANG SUPER DAHSYAT HANYA DI BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS PASURUAN!!!

HARGA SANGAT BERSAHABAT. SO TENTUKAN PILIHAN MU UNTUK SUSKSES SEKARANG J. DAFTARKAN DIRIMU SEGERA, KUOTA TERBATAS!
( Tidak perlu bimbel yg mahal untuk sukses, tidak perlu kursus yg mahal untuk jago Bahasa Inggris. Semua bisa kamu dapatkan hanya di BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS)


KAMU siap ” PINTAR ” seperti mereka ?
persiapkan dirimu sebagai penerus mereka skrg juga …. so, segera daftarkan dirimu untuk mengikuti PROGRAM HEBAT ini dan semua teman-teman mu untuk membuat keputusan dan sejarah hebat dalam hidup ….

GEDUNG BELAJAR BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS :
Depan Lap. Martopuro Belkng Koramil Purwosari Pasuruan

Info Pendaftaran
Contact Person : Bu Yuni
Hubungi :  0823-0126-0206 (TLP/ WA/ SMS)

PENTINGNYA MEMPERSIAPKAN UN SEDINI MUNGKIN!


Sebagian besar murid SMA, SMP, SD tingkat akhir mungkin masih menganggap Ujian Nasional (UN) sebagai momok yang menakutkan. Padahal, kini UN bukan lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan sekolah.

Salah satu yang sepertinya menjadi beban bagi para murid adalah banyaknya materi yang harus mereka pelajari. Tidak hanya materi kelas 12, 9, 6, mereka juga harus kembali me-review berbagai materi dari kelas sebelumnya dalam waktu yang bisa dikatakan cukup singkat.

Itulah mengapa Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan kisi-kisi UN untuk kamu pelajari. Setiap tahun, kisi-kisi tersebut disesuaikan oleh kurikulum yang diterapkan pada sistem pendidikan Indonesia.

UN diadakan sebagai salah satu bentuk evaluasi pembelajaranmu selama bersekolah di SMA, SMP, SD. Maka, tidak mengherankan apabila materi yang termasuk dalam kisi-kisi merupakan campuran dari materi kelas sebelumnya.

Tapi, tidak mungkin, kan, jika kamu harus mempelajari seluruh materi yang telah diberikan selama tiga tahun/enam tahun? Itulah mengapa kisi-kisi hadir. Kisi-kisi akan menyimpan banyak waktumu karena kamu jadi tidak perlu mempelajari semua materi sejak kelas 11, 8 dan 5.

Kisi-kisi tidak hanya berupa jenis materi yang akan muncul dalam soal-soal UN, lho, tetapi juga proporsi soal yang diberikan. Untuk mata pelajaran eksak, misalnya, soal akan terdiri dari 40.

Sedangkan, soal untuk mata pelajaran non eksak berjumlah sedikit lebih banyak, yakni 50. Dari jumlah tersebut, BSNP juga membagi soal dengan bobot yang berbeda, yakni 10% mudah, 70% sedang, dan 20% sulit. Hal ini berbeda dari bobot tahun lalu yang terdiri dari 10% mudah, 80% sedang, dan 10% sulit.

Siapa tahu soal-soal dengan tipe serupa kembali muncul pada UN yang akan kamu ikuti, kan? Jangan lupa untuk mendiskusikan materi yang muncul pada kisi-kisi dengan guru-guru di sekolah atau mentor di bimbingan belajar khususnya di BIMBINGAN BELAJAR AL-MAWADDAH ELYS yang FOKUS UN "SATU-SATUNYA" DI PURWOSARI PASURUAN. Tunggu Apa lagi ! Yuk Ajak Semua Teman Teman Untuk Menjadi Siswa Kami.




Berdasarkan pengamatan terhadap siswa yang sudah menguasai calistung sejak dini dan ditemukan fakta bahwa siswa yang menguasai calistung sejak dini lebih siap dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya dibanding yang belum menguasai calistung. Kesiapan tersebut tampak pada beberapa sikap dan perilaku berikut, di mana anak yang menguasai calistung sejak dini:

1.Lebih mandiri dan Percaya Diri
Anak-anak yang menguasai calistung sudah mampu melaksanakan tugas-tugas kesehariannya sendiri, seperti makan, mandi, tidur, hingga belajar. Mereka memahami tugas-tugasnya sebagai anak sekolah dan tugas-tugas kesehariannya. Bahkan sejak awal masuk sekolah, mereka dengan mudah lepas oleh orang tuanya tanpa harus ditunggui. Sebagian besar anak bahkan sudah mulai mampu mempersiapkan kebutuhan sekolahnya sendiri, yang berkaitan dengan perlengkapan sekolahnya.

2.Kepribadian Lebih Konstruktif
Kemampuan calistung secara signifikan memperlihatkan perkembangan tingkat kedewasaan serta kemampuan anak menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Semakin tinggi kedewasaan anak, semakin mudah pula anak menguasai calistung, dan sebaliknya. Kedewasaan tersebut memungkinkan anak untuk bergaul dengan baik dengan sejawatnya, menghindari konflik, serta menghargai orang lain dan menyayangi yang lebih muda.
Anak-anak yang menguasai calistung pada umumnya lebih mudah diasuh oleh orang tuanya sendiri maupun di sekolah. Kondisi sebaliknya dialami oleh kebanyakan anak yang belum menguasai calistung, di mana anak-anak seperti ini umumnya masih lekat dengan sikap kekanak-kanakan yang terlalu ketergantungan pada orang tua dalam berbagai hal.

3.Mudah mengikuti pembelajaran
Anak yang sudah menguasai calistung sejak dini memiliki fokus perhatian yang baik dan memiliki motiv berprestasi tinggi. Itu sebabnya mereka lebih mudah memahami instruksi baik melalui penjelasan maupun belajar secara mandiri. Kemampuan membaca dan menulis membuat mereka dapat belajar secara mandiri tanpa terlalu banyak instruksi dari orang lain.
Anak yang terlambat menguasai calistung pada umumnya sekaligus menjadi indikator hambatan belajar. Anak-anak seperti ini biasanya mengalami hambatan belajar seperti gangguan emosi, gangguan konsentrasi, hiperaktif, dan sebagainya. Selain hambatan memahami konsep, mereka umumnya kurang memiliki motif berprestasi.

4.Senang bersekolah
Anak yang sudah menguasai calistung sejak dini merasa betah di sekolah dibanding anak-anak yang belum menguasai calistung. Kemampuan calistung membuat anak lebih siap menghadapi kegiatan sekolah. Mereka menyambut hari-hari di sekolah tanpa beban, bahkan memandang sebagai saat-saat yang menyenangkan. Kemampuan calistung membuat anak memandang sekolah dan belajar sebagai bagian penting dalam kehidupannya.
Kondisi berbeda dialami oleh anak-anak yang belum menguasai calistung. Ketidakmampuan calistung membuat anak-anak yang berkarakter introvert, tertutup, penakut  atau pemalu kurang menyukai lingkungan sekolah. Mereka merasa lebih nyaman di rumah dan cenderung menarik diri dari lingkungan di sekolah. Sebaliknya, ketidakmampuan calistung pada anak-anak yang berkarakter kuat, dalam arti pemberani (Bahasa Jawa: Branjangkawat),  aktif dan mudah bergaul, pada umumnya diikutii dengan sikap dan perilaku yang kurang menunjang proses pembelajaran, seperti ngambek, mengganggu, merusak, hingga berkelahi.

5.Curiosity Terarah
Anak yang menguasai calistung sejak dini memiliki keingintahuan tinggi. Mereka berusaha mempelajari berbagai hal yang mereka jumpai, seperti nama atau petunjuk jalan, merek kendaraan, papan iklan dan sebagainya. Mereka suka mempelajari berbagai petunjuk, seperti dosis obat, cara merangkai atau cara kerja suatu alat, dan cenderung banyak bertanya ketika mendapati hal baru.
Kecenderungan ini membuat anak belajar banyak hal secara konstruktif. Keingintahuan relatif tidak mengarah pada usaha mencoba-coba sesuatu yang membahayakan dirinya, orang lain atau yang dapat merusak obyek yang dihadapi.

Perhatian anak yang terlambat menguasai calistung pada umumnya lebih terfokus pada dirinya sendiri. Itu sebabnya mereka lebih memilih fokus pada permainan yang ada di hadapannya.  Mereka lebih asyik dengan dirinya sendiri, permainan dengan tangan atau alat mainan yang ada di tangannya.
Anak yang terlambat menguasai calistung sebenarnya juga memiliki keingintahuan tinggi. Hanya saja, keingintahuan tersebut kurang terarah dan kurang konstruktif. Mereka membutuhkan pengawasan penuh sebab ketika tertarik pada sesuatu kurang memahami petunjuk dan berbagai larangan yang ada di depan matanya.

6.Konsep Diri Kuat
Kekayaan dan kepekaan terhadap informasi membuat anak yang menguasai balitung sejak dini memiliki konsep diri yang lebih kuat. Mereka memiliki kesadaran diri (self awareness) mengenai siapa dirinya dan lingkungannya, serta relatif lebih mampu membedakan baik-buruk, aman-berbahaya, pantas-tidak pantas, serta boleh-dilarang.

Kepribadian anak yang terlambat menguasai calistung cenderung kurang konstruktif. Mereka relatif sulit membedakan yang baik-tidak baik, bahkan bahaya dan tidak bahaya. Mereka umumnya cenderung egois seperti umumnya anak-anak dan sulit menerima penjelasan orang dewasa. Ketika mereka merengek meminta sesuatu sulit untuk diredam sehingga sering merepotkan orang tua.

7.Minat pada Multi Kegiatan
Penguasaan calistung tidak mengurangi minat anak untuk mengikuti berbagai kegiatan. Anak yang menguasai calistung memiliki minat pada bidang yang lebih luas, baik yang akademik maupun non akademik. Tingginya motif berprestasi membuat mereka menyukai kegiatan-kegiatan yang berorientasi prestasi.
Anak yang terlambat menguasai baca-tulis juga memiliki minat yang sama, tetapi minat mereka lebih banyak pada kegiatan yang berorientasi permainan. Minat berprestasi mereka tertuju pada permainan kompetitif dan mudah bosan bila mengikuti kegiatan yang berorientasi seni atau membutuhkan latihan rutin.

8.Kemampuan Bertransaksi
Kemampuan calistung membuat anak lebih matang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Mereka mengetahui nilai uang, kembalian, harga barang, sehingga mampu bertransaksi sendiri dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil. Pemahaman atas nilai uang dan barang membuat mereka relatif mudah memahami keberatan orang tua ketika menginginkan barang-barang yang berharga terlalu mahal bagi orang tuanya.

Sebagaimana masyarakat buta aksaara, anak yang belum menguasai calistung sebenarnya juga mengetahui nilai uang, tetapi relatif kurang memahami nilai barang dan uang kembalian. Mereka hanya dapat melakukan transaksi sederhana, misalnya membeli jajanan dengan harga pas dengan uang pecahan kecil.

Dampak-dampak yang dikhawatirkan terjadi pada anak yang menguasai calistung sejak dini sejauh ini tidak terjadi. Tumbuh kembang yang menguasai calistung anak secara fisik tidak berbeda dari anak yang belum menguasai calistung. Calistung justeru berdampak positif bagi perkembangan mental anak sehingga memudahkan mereka untuk belajar maupun untuk diasuh oleh orang tuanya.

BELAJAR CALISTUNG DI PASURUAN
BIMBEL AL-MAWADDAH ELYS
Gedung Belajar : Dep. LAP. MARTOPURO Koramil Purwosari


COPAS UNTUK DIJADIKAN ILMU YANG BERMANFAAT :
FROM http://buku.uniekkaswarganti.com/2016/10/6-hari-lancar-cas-cis-cus-bahasa-inggris.html

Belajar Bahasa Inggris itu susah kah?

Ya kalau dibandingkan dengan bocah yang dari lahir dan dibesarkan di negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu tentu saja bakalan terasa jauh lebih susah ya. Jangankan untuk berbahasa Inggris, terkadang untuk bicara dengan Bahasa Indonesia saja masih ada yang suka tercampur-campur dengan bahasa daerah. Ya kosa katanya, ya logatnya :)

Sama-sama sedang berbicara menggunakan Bahasa Indonesia, coba teman-teman bandingkan logat orang Jawa, Sunda, Batak, Madura dan orang-orang dari berbagai daerah yang berbeda sukunya. Tentunya logatnya pun menyesuaikan dengan gaya bahasa sehari-hari.

Nah, rata-rata orang malu untuk bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris karena takut diejek. Beneran ini, saya pun mengalaminya, berasa jleb saat dibilang "English in medok style". Memang logat Jawa dalam tiap kalimat yang saya ucapkan terasa kental sekali. Gimana lagi kan ya, lahir dan besar di Jawa, bahkan sampai beranak pinak pun di Jawa. Jawa tulen gitu :)  Sering sekali saya jadi enggan melanjutkan belajar English conversation gara-gara itu tadi. Malu. 

Rupanya hal inilah yang menjadi perhatian utama Mr. Hani Sutrisno, penulis buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris. Beliau adalah pendiri Desa Bahasa Borobudur, lembaga pembelajaran Bahasa Inggris yang berdiri pada tahun 1998. Desa Bahasa Borobudur ini mengkhususkan sistem pembelajarannya pada penguasaan English conversation.

Dimana sih letak Desa Bahasa Borobudur?

Desa Bahasa Borobudur terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kec. Borobudur, Kab. Magelang. Desa Bahasa ini tidak begitu jauh dari Candi Borobudur yang sangat terkenal di seluruh dunia itu. Cuma 3 kilometer saja. Bagi siapa saja yang mengikuti pembelajaran di Desa Bahasa Borobudur bakalan mendapatkan kesempatan menarik untuk mempraktekkan kemampuan cas-cis-cus Bahasa Inggrisnya di lokasi candi tersebut.

Woooww... harus ngobrol dengan turis asing gitu? Asyik ya tentunya, saya saja pengin banget loh bisa menghadapi tantangan bicara langsung dengan orang asing menggunakan Bahasa Inggris. Selama ini saya belajar Bahasa Inggris secara teori saja dan menggunakannya hanya dalam bahasa tertulis. Saat harus langsung mempraktekkannya saya sering kurang percaya diri, jangan-jangan apa yang saya bicarakan itu salah.


Motivasi yang Kuat untuk Bisa Berbahasa Inggris


Bagi yang sudah belasan tahun belajar Bahasa Inggris di sekolah, apakah saat ini sudah puas dengan kemampuan berbicara in English? Saya sendiri termasuk yang belum puas dengan kemampuan cas-cis-cus dalam Bahasa Inggris. Keinginan untuk bisa berbincang-bincang dalam bahasa asing yang satu ini sangat kuat. Tapi ya itu tadi, sering kurang percaya diri saat harus praktek ngobrol dalam Bahasa Inggris.

Menurut Mr. Hani Sutrisno dalam bukunya yang berjudul 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur, konsep belajar berbahasa itu harus mudah, cepat dan menyenangkan (hal. 2). Di Desa Bahasa Borobudur itu sendiri pola dan konsep pembelajarannya berbeda sekali dengan apa yang selama ini diajarkan di sekolah. Para peserta program belajar diajak bertamasya intelektual untuk merasakan sensasi belajar yang berbeda.

Cara belajar di Desa Bahasa Borobudur bukan hanya dengan hafalan serta analisis semata, tetapi juga lewat lagu, gerakan tubuh, disertai dengan materi sederhana tetapi mudah, cepat dan menyenangkan. Komposisinya lebih ke 90% praktik dan 10% teori, peserta dijamin tidak akan bosan selama pembelajaran berlangsung. Bahkan peserta yang baru belajar Bahasa Inggris atau benar-benar pemula akan bisa mengikuti program hingga nantinya akam memiliki kemampuan komunikasi berbahasa Inggris yang mumpuni.

Wiiyy... mupeng berat kan ya ingin belajar di Desa Bahasa Borobudur ;)




Agar belajar Bahasa Inggris terasa mudah, cepat dan menyenangkan, kita harus memotivasi diri kita sendiri. Pada saat pertama kali belajar hal yang baru, tentu kita ingat betapa butuh dorongan usaha yang lebih untuk memulainya. Begitu pula dengan belajar Bahasa Inggris ini, ada tips & tricks yang dibagikan oleh Mr. Hani Sutrisno di buku ini, di antaranya :

POLA PIKIR (MINDSET).  Mr. Hani selalu mengutamakan berpikir positif dan fokus, karena hal ini akan mempermudah kita untuk berbuat sesuatu dengan cara menyenangkan dan penuh semangat. Pola pikir negatif bisa diubah ke arah positif, misalnya :
tidak bisa --> bisa
sulit -->  mudah
benci  -->  cinta
lama -->  singkat
menyusahkan  -->  menyenangkan

Sepertinya hal yang sepele ya? Tapi saya percaya dengan apa yang ditulis Mr. Hani ini. Kalau bukan diri kita sendiri yang membentuk mindset positif tadi ya siapa lagi coba yang bisa? :)


ASINDO. Apa sih ASINDO itu? Ada satu metode belajar mengucapkan kata-kata yang dikemas secara unik oleh Mr. Hani Sutrisno di Desa Bahasa Borobudur. ASINDO itu Asing tapi Indonesia, jadi kayak orang bule yang bicara Bahasa Indonesia gitu.

Masih ingat dengan Cinta Laura kan? Gaya bertutur seperti Cinta yang bule banget saat mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Indonesia itulah yang digunakan Mr. Hani untuk mengasah keberanian para peserta belajar di Desa Bahasa. Kita tentu merasa pengucapan Tukijo and Tukiyem tuku tahu and tempe dengan logat ala Cinta Laura itu terasa lucu. Bahkan mungkin malu untuk mengucapkannya di hadapan banyak orang.

Nah, rasa malu itulah yang coba didobrak oleh Mr. Hani melalui paket-paket pembelajaran yang dilakukan di Desa Bahasa Borobudur. Kalau bicara ASINDO saja sudah tidak malu, tentu cas-cis-cus Bahasa Inggris akan semakin mudah dicapai. Mungkin ini awalnya terasa konyol, namun justru di sinilah pembelajaran akan terasa funny dan kita akan semakin percaya diri saat bercakap-cakap.


BERANI MENCOBA DAN TIDAK TAKUT SALAH.

Mistake is perfect 
Keberanian cas-cis-cus tidak akan datang begitu saja, terlebih lagi untuk mahir berbahasa Inggris secara aktif bagi pemula atau pembelajar yang memulai dari nol (hal. 19). Bayangan tentang bagaimana nanti kalau salah dan malu selalu menghantui pikiran.

Salah itu tidak masalah, yang penting kita ingat dua hal ini : DIMENGERTI dan SOPAN. Selagi kedua hal tersebut masih terjaga, kita bisa terus melaju belajar Bahasa Inggris. Untuk bisa cas-cis-cus tak perlu merasa malu saat kita bercakap-cakap dengan bahasa asing ini tapi menggunakan logat masing-masing. Wajar lah, namanya juga bentukan kebiasaan ya. Asalkan orang yang kita ajak bicara sudah paham saja tak masalah kan?

Selama ini saya juga telah beberapa kali praktik bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris dengan orang-orang dari berbagai macam negara. Ada yang dari Singapura, Australia, dan Jerman. Seringkali saya mengucapkan kata-kata tanpa tenses yang benar, bahkan seringnya kosa katanya pun acak adul. Namun mereka tetap mengerti apa yang ingin saya sampaikan, bahkan menolong saya saat saya mati gaya karena tidak tau vocab apa yang tepat untuk mewakili sesuatu yang ingin saya sampaikan. Mereka paham kok kenapa kita tidak fasih berbahasa Inggris karena di Indonesia kan bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris.

Action may not always bring success,
but there is no success without action

 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur


Di bagian akhir buku ini Mr. Hani Sutrisno membeberkan secara gamblang metode-metode menyenangkan yang beliau gunakan agar para peserta pembelajaran di Desa Bahasa Borobudur dapat segera cas-cis-cus berbahasa Inggris. Detail sekali mulai dari hari pertama hingga hari keenam?

Apa saja itu?

Agar lebih mantap dan lebih detail, lebih baik teman-teman memiliki sendiri buku keren ini ya. Beneran loh enggak rugi memiliki buku ini karena kita bisa terampil cas-cis-cus tanpa pusing lagi mikirin aneka aturan berbahasa Inggris yang baik dan benar a la pelajaran di sekolah dulu :)


Mendapat hadiah lukisan di atas batu andesit gara-gara berani malu :)


Siapa pun yang ikutan belajar cas-cis-cus ini akan mulai dari awal, tentang pronoun atau kata ganti orang.  Pada tanggal 20 Agustus saya ikutan workshop yang diadakan oleh Indonesia Tera, penerbit yang memproduksi buku 6 Hari Cas Cis Cus Bahasa Inggris karya Mr. Hani ini. Bermula dari ikutan workshop itu saya jadi tertarik sekali untuk bisa mengenal lebih jauh apa itu Desa Bahasa dan seberapa asyiknya sih belajar Bahasa Inggris di sana.

Saat workshop di Gramedia Pandanaran Semarang itu saya menang loh dalam English battle yang digagas oleh mentor-mentor Desa Bahasa. Ditantang untuk maju ke depan dan praktek bicara Bahasa Inggris menggunakan pronoun yang sebelumnya telah diajarkan oleh Mr. Hani di awal workshop.

Mau tau seperti apa action Mr. Hani yang menarik itu? Yuk simak video berikut ini :





Nah, gara-gara ikutan workshop ini maka ketika komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang dan Blogger Gandjel Rel merencakan untuk melakukan kunjungan langsung ke Desa Bahasa Borobudur, saya memutuskan untuk ikut. Cuti sehari tak apa-apa lah yaaa....

Suasana desa tersebut memang ayem tentrem, cuacanya pun sejuk sehingga amat mendukung suasana pembelajaran ceria ala casciscus ini. Bila penasaran seperti apa program-program yang ditawarkan di sana, teman-teman bisa klik langsung ke www.desa-bahasa.com dan memilih paket belajar seperti apa yang dimau. Semuanya FUN :)

Beberapa teknik dasar pembelajaran a la Desa Bahasa Borobudur diajarkan kepada kami semua yang saat itu berkunjung ke sana. Sambutan Mr. Hani Sutrisno dan semua tim Desa Bahasa amat hangat dan menyenangkan.



Melihat anak sukses dalam studynya merupakan impian dari setiap orang tua didunia ini tidak terkecuali di Indonesia. Oleh karena itu orang tua sekarang sudah semakin sadar bahwa penting sekali mengikutsertakan ke sebuah bimbingan belajar. Lewat bimbingan belajar seorang anak akan lebih baik daripada murid lainnya yang tidak ikut bimbel, dikarena anak itu lebih mengerti pelajaran daripada anak yang tidak ikut bimbel.

Walaupun bimbingan belajar sangat penting bagi seorang anak, tetapi masih saja ada orang tua yang tidak percaya bahwa bimbingan belajar sangat bermanfaat. Bagi orang tua yang masih ragu akan mengikutsertakan anaknya ke sebuah bimbingan belajar, mungkin penjelasan dibawah ini dapat menguatkan Anda untuk mengikutsertakan anak ke sebuah bimbingan belajar.

1. Bimbel Membuat Anak Lebih Baik di Bidang Pelajaran
Bimbingan belajara akan membantu seorang anak lebih mengerti pelajaran sekolah daripada murid lainnya. Darisana seorang anak akan diajarkan dan diberi penjelasan secara lebih khusus daripada disekolah. Dan dari sanalah juga seorang anak akan lebih fokus belajar dan mengerti pelajaran daripada hanya mengandalkan sekolah saja. Lewat bimbel juga akan membuat seorang anak untuk belajar secara rutin dan disiplin. Seperti kita ketahui, anak anak di rumah terkadang malas belajar. Dengan bimbel mewajibkan anak anak belajar teratur, sehingga jadwal belajar anak anak menjadi teratur.


2. Anak Mendapatkan Waktu Yang Positif Dari Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar tidak hanya membuat seorang anak lebih pintar saja, tetapi bimbel juga dapat memberikan waktu yang positif untuk anak itu sendiri. Anak akan terhindar dari pergaulan yang salah karena lewat bimbel seseorang akan menghabiskan waktunya dengan kegiatan positif.

3. Bimbingan Belajar Membuat Anak Lebih Aktif

Rasa percaya diri seorang anak akan dengan sendirinya tumbuh ketika mengikuti bimbel. Lewat bimbel anak akan lebih mudah bertanya kepada pengajar daripada disekolah. Dari sanalah seorang anak akan lebih aktif dan membuat anak itu sendiri menumbuhkan minat untuk berkompetisi menjadi yang terbaik.

4. Bimbel Memberikan Pergaulan Yang Positif
Dengan mengikut sertakan anak kesebuah bimbingan belajar, maka anak tersebut akan mendapatkan pergaulan yang positif tentunya. Hal ini juga akan membuat setiap orang tua tidak khawatir akan pergaulan anak nantinya, karena semua anak yang mengikuti bimbingan belajar merupakan seseorang yang dapat membuat anak kita lebih baik lagi. Selain mendapatkan teman yang baik untuk anak kita, bimbel juga kemungkinan besar akan berguna bagi anak kita dalam membuka jaringan / network untuk pekerjaan atau bisnisnya di kemudian hari.


YUK KONSULTASI SEKARANG
WA1. 0823 0126 0206 (BU YUNI)
WA2.0896 5119 1835 (BU MEUTIA)

KANTOR : DEP. LAP. MARTOPURO BLKNG KORAMIL PURWOSARI PASURUAN

Bimbel Al-Mawaddah Elys TA 2018/2019 Daftarnya Inden April Aja Yuk !

Kalau kamu ditanya, "Perlu nggak, sih, anak sekolahan ikutan bimbingan belajar?" Kamu pasti (dan akan selalu) jawab: terga...